Kenapa jadi takut bermimpi?

July 30, 2010 at 11:32 pm (Babbling) (, )

When we were a child, we dream high.. though we had nothing yet back then. We said loudly what we wanted to be, what we wanted to do, if we’re bigger.. How come now, we dont even dare to set our dream high, and we hide behind things called reality..

Sekarang kalo liat anak kecil suka jadi iri deh.

Kalo ditanya: “mau jadi apa nanti?”, bisa dengan pede jawab “aku mau jadi dokter!”, dan dia masih punya 20 tahun lebih untuk mengejar cita-citanya.

Semakin besar, kayaknya orang semakin ragu menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Kalo ditanya pun jawabnya pake “tadinya sih… pengennya… tapi..” dan suaranya makin pelan, sambil matanya trus nengok kiri kanan, atau tangannya garuk-garuk kepala yang sebenernya ngga gatel.

Makin dewasa, kayaknya makin takut bermimpi. Keburu kebentur realitas kayanya. Kebentur waktu yang terlalu sempit untuk ngwujudin cita-cita. Kebentur tuntutan-tuntutan lingkungan. Kebentur peran.

Ga cuma itu, waktu saya kecil, saya selalu dibilangin sama ibu saya supaya menggantungkan cita-cita setinggi langit. Tapi kenapa, hasil tes psikologi saya bunyinya “ambisi yang terlalu besar, melebihi kemampuannya”??

Saya masih ingin bermimpi. Masih ingin percaya kalau kita nggantungin cita-cita setinggi langit, setidaknya saya bisa mencapai awan.. Tapi kenapa ya rasa takut itu juga semakin besar. Apa kalau semakin tua kita saya makin jadi penakut? Padahal waktu kecil kita saya ga pernah takut sakit waktu belajar jalan, atau waktu belajar sepeda..

Permalink 2 Comments

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 211 other followers