God’s Help
Pernah denger cerita tentang seorang laki-laki terjebak di samudra luas, terombang-ambing menunggu pertolongan?
Ia berdoa kepada Tuhan, meminta diselamatkan dan berharap sebuah kapal pesiar akan menemukannya dan mengangkutnya. Tak lama sebuah sampan kecil milik pemuda yang sedang mencoba berlayar datang melewat dan mengajaknya naik ke sampan. Laki-laki tersebut menolaknya dengan halus dan mengatakan bahwa Tuhannya sebentar lagi akan menolongnya. Pemuda itu pun pergi. Kemudian datang sebuah perahu kecil milik seorang nelayan yang sedang mencari ikan. Nelayan mengajak laki-laki tersebut naik ke perahu namun kembali ditolak dengan alasan bahwa sebentar lagi Tuhannya akan menolongnya. Nelayan pun pergi melanjutkan pekerjaan. Tak lama lewatlah lagi sebuah perahu layar kecil milik pelayar tua dan mengajak sang laki-laki naik. Laki-laki tersebut kembali menolak dengan senyuman dan meyakinkan sang pelayar yang khawatir bahwa Tuhan akan segera menolongnya. Sang pelayar pergi, lalu datanglah badai. Kelelahan karena terus berenang di air yang asin, laki-laki tersebut pun akhirnya mati. Di akhirat, ia bertanya kepada Tuhan mengapa Tuhan tidak mendengar doanya.
Tuhan menjawab: sudah kukirimkan tiga perahu untuk menolongmu kembali ke daratan dan ketiganya kau tolak.
Gw baru aja mengatakan “tidak” pada suatu tawaran yang datang.
Tawaran yang gw tahu akan bagus untuk gw, tetapi secara etika bisa membuat gw kelak terombang-ambing antara nilai profesionalisme gw dan keterbatasan gw.
Tawaran yang gw tahu mungkin ga akan datang dua kali.
I just hope that that wasn’t the boat God has sent me answering my prayer.