Saya. Galau. (Lagi??). #abaikan

August 20, 2011 at 10:31 pm (Terjadi oh terjadi) (, , , , )

Oh my god! Udah lama banget ternyata sejak terakhir saya ngepost blog! Ahahaha.. kebiasaan jelek saya emang,cuman nulis kalo lagi galau mood aja. Tapi beberapa bulan kemaren, kegalauan memuncak bahkan sampai bikin saya ngga pengen nulis. Pengennya bengong aja. Pengennya tidur aja, sambil sesekali berharap kalau bangun kehidupan udah berbeda. Tapi ga pernah terjadi *ya iya laah hellooo*.  But heeeeyyyyy, kegalauan itu mereda sudah, berganti dengan galau-galau yang lain *ya ya, saya emang si putri galau, apa lagi kerjaan saya kalau bukan galau?*. Sekarang saya bakal ngulas singkat kegalauan yang kemaren-kemaren terjadi.. Nggak usah dibaca kalau takut menular, after all ini cuma kegalauan saya, nggak usah ikut-ikutan galau yak! Bayar tau. *loh*

1. The Big T

Yessooo, tesis saya kelar sudah. Alhamdulillah! Dengan bayaran materi di luar rupiah adalah air mata, tenaga, bensin, hubungan sama sangke, dan kilogram berat badan. Oh ketinggalan. Masa Muda. Yeah. Pengerjaan tesis terasa begituuuu membebani dengan ancaman belasan juta rupiah yang harus ayah saya talangi kalau saya berani mengendurkan sedikit saja usaha saya untuk lulus tepat waktu. Tidak usah ditambah pun saya sudah harus seumur hidup mencicil kembali biaya perkuliahan saya. Saya yang tukang tidur bahkan jadi tidak bisa tidur, kalaupun tidur harus bermimpi sedang mengerjakan tesis (mimpi macam apa, bah!) sehingga ketika bangun rasanya lelaaah karena baru saja mengerjakan tesis (walaupun cuma dalam mimpi). Tiap hari ke kampus jam 8 pagi, pulang jam 7 malem. Seharian di ruang kerja melototin Apin sambil menggigil kedinginan karena suhu badan yang ga sesuai dengan suhu badan teman-teman lainnya dalam ruangan -saya orang udik yang ga tahan kena ac, hiks!. Ini pun harus dibayar dengan saya akhirnya harus menggunakan kaca mata, setelah 25 tahun berbangga memiliki mata normal. Ini namanya: Late Onset Miopi. Bikin tambah gundah karena muka saya tidak pantas pakai kaca mata –jadi kayak betty la fea, dengan alis sinchan saya tentunya–  dan saya jadi migren mulu kalo kelamaan pake kacamata. Pilih mana: buta tapi sehat, atau melihat tapi migren? Simalakama oh simalakama..

Tapi hey! Saya lulus sudah! LULUS! Luuuu….luuuu…sssss…. *efek slow motion* *kibar-kibar angin* *lebay*

THAT is what matter, right? Dan sekarang saya bisa berkaca lalu berkonsultasi pada diri sendiri. *makin gila*

2. When romance is no more romantic

Ya ya, tentu saja. Dulu dan sekarang, skripsi dan tesis selalu jadi masa genting dalam hubungan romantis saya. Bad mood, kecapekan, uring-uringan, semua bikin hubungan dengan sangke jadi tegang. Saya bahkan udah wanti-wanti ke temen saya: kalau saya sampe putus pas lagi tesis, tolong bilang pada sangke untuk nembak saya lagi sesudah saya lulus nanti. Karena, ya pasti laaah, keputusan untuk putus pas lagi galau tesis 100% adalah keputusan emosional dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saya –Kami, bertahan sampai saya lulus.

3. What next, then??

Yeaaaahhh! ini dia niy yang bikin galau sedunia, panjang tiada akhir. Terus apa? Udah lulus terus apa? Mau ngapain saya? Pengennya sih ya nikah  Tapi chapter yang ini bisa kepanjangan sendiri kalau sampai saya bahas disini. Intinya, kerjaan dan pertanyaan “mau dibawa kemana hubungan kita?”antara saya dan sangke adalah sumber kegalauan tersendiri dan -HEY, TERNYATA- terbesar. Lebih bikin galau daripada tesis. Tau gini saya dulu nikah dulu aja baru S2 nggak ngeluh-ngeluh pas S2, hihihi…

Baiklah, saya menyerah kalah, saya masih belon bisa numpahin isi pikiran saya. Semua kemampuan menumpahkan isi pikiran udah habis saya kerahkan untuk tesis saya *ngeles*. Saya akan bersemedi dulu. Dan latihan. Dengan cara mulai mainin (lagi) twitter saya yang sudah lama menganggur mungkin? bisa jadi. ciao!

salam galau.

Permalink 3 Comments

Makan Galau

June 19, 2008 at 1:25 pm (Uncategorized) (, )

Makan galau adalah suatu rutinitas yang biasa gw lakukan ketika sedang galau. Mengingat gw adalah seorang wanita dengan lambung 2, maka ketika pms menyerang dan galau melanda, yang gw lakukan adalah makan, makan, dan makan. Dan aktivitas makan tersebut gw beri nama: Makan Galau.

Makan Galau berbeda dengan makan-makan lainnya. Tujuannya saja adalah mengusir galau. Tidak heran kalau aktivitas ini pun akhirnya dilakukan di tempat-tempat istimewa (baca: mahal), dengan porsi kuli yang bisa membuat perut ke-kenyangan, dan memberikan kepuasan tersendiri.

Makan Galau bisa dilakukan sendirian, atau bersama teman yang juga sedang galau. Hati-hati ketika makan galau! Walaupun makan galau memang menguras budget, tapi jangan sampai over-budget, karena bisa menyebabkan kegalauan lain: kere.

Alternatif Tempat Makan Galau Gw:

  • SUshi-tei
  • Amarillo Cafe (yang sekarang udah ga ada, hiks!)
  • Cizz (belinya harus truffle torte -si coklat eneg gila itu, tapi kalau lagi galau pas lah!)
  • Semua rumah makan yang All You Can Eat
  • atau……. wisata kuliner sepanjang hari, jadi walopun murah-murah tau-tau duit udah abis aja.
  • Minumnya harus quickly
  • Es-krim Rasa di Naripan, belinya minimal 3 baru lepas deh galaunya..
  • Kalau galaunya pas lagi ga da duit, yaahhh minimal beli coklat Mars aja dah telen bulet-bulet!

Hmmm… lagi galau berkepanjangan nih gw, siapa mau nemenin makan galau??

Permalink 2 Comments

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 211 other followers