Mengganjal seperti kacang polong dibawah kasur.
Dua minggu terakhir ini ada hal-hal yang (sangat) mengganjal pikiran gw.
Pernikahan.
Kayaknya, semua hal di sekeliling gw tiba-tiba berputar di satu titik yang berjudul pernikahan.
1. Pernikahan adik gw
Eits! Ga usah mengasihani gw, halooo gw masih 23 tahun, klo gw dilangkahin, masa iya salah gw? Boo menurut lo gw harus nikah umur berapaa sebelumnya klo ga mau dilangkahin?? Kalo gw udah 27 atau 30 tahun dan gw dilangkahin, baru deh harusnya orang nanya gw apa-apa ato engga.
Sooo… adik gw menikah -which is udah gw prediksi dari sebelum2nya bahwa dia akan nikah muda dan mendahului gw- tapii gw masih tetep ga ngerti gimana rasanya atau apa rasanya yakin sama orang sampai bisa memutuskan menikah..
2. Sahabat gw lamaran
Yups, si Fauziah Wening Lestari a.k.a Tari a.k.a Singa finally got proposed. Semakin membuat gw merasa penasaran apa kira-kira rasanya merasa yakin pada seseorang. Merasa yakin bahwa orang tersebut adalah orang yang tepat untuk mendampingi hidup -selamalamanya. Tiba-tiba ada rasa sirik di hati. Bukan sirik ingin dinikahi juga, tapi sirik karena dia telah mendapatkan rasa yakin itu.
3. Nonton dvd “500 days of summer”
Filmnya sangat beresonansi sama gw (baca: gw banget, hahaha..). Tentang seorang laki-laki yang menjalin hubungan dengan seorang perempuan yang menolak berkomitmen (baca: lebih memilih hts-an dibanding pacaran). Si laki-laki setuju (karena kadung suka), dan jalanlah mereka. Kadang-kadang si cowok bertanya-tanya: apa sih sebenernya hubungan mereka? pacarankah mereka? dan setiap dia bertanya sama si cewek, si cewek cuma berkata: are you happy? i’m happy. So what to be questioned about? Dan mereka lantas terus berjalan. Suatu ketika berantemlah mereka karena hal yang sama. Dibawah ini salah satu quote favorit gw waktu mereka berantem..(it does sound familiar with my previous post “i’m (NOT) in love”, rite?)
Tom: Look, we don’t have to put a label on it. That’s fine. I get it. But, you know, I just… I need some consistency.
Summer: I know.
Tom: I need to know that you’re not gonna wake up in the morning and feel differently.
Summer: And I can’t give you that. Nobody can.
Sampai suatu saat si cewek merasa ‘cukup’ dan mereka udahan: si cowok frustrasi berat. Ditambah lagi: si cewek tiba-tiba menikah. Waktu si cowok akhirnya ketemu lagii sama si cewek, si cowok bertanya:
Tom: You don’t want to be named as someone’s girlfriend, and now you’re someone’s wife?
Summer: I woke up one morning and I just knew.
Tom: Knew what?
Summer: What I was never sure of with you.
……………
Film ini sangat menggambarkan keadaan gw banget, dan waktu gw nonton film ini, rasanya nyesek, bukan nyesek liat si cowok, tapi bahwa akhirnya si cewek mendapatkan keyakinan itu. Oh i really do hope someday i’ll have those feelings: wake up one morning and just knew, what i was never sure of..
So, whereever you are, yes you, i just hope that i dont need to wait too long to feel you…